konstruksibaja #SteelStructure #rafter #belajarkonstruksibaja #membuatkonstruksibaja #iwf #hbeam #steelSEMOGA BERMANFAAT JANGAN LUPA LIKE DAN SUBCRIBE KonstruksiJembatan Beton dan Baja – Setelah kita sedikit mengenal jembatan di “Tahapan Pembuatan Jembatan”. Selanjutnya kita akan membahas tentang tahap pertama dalam pembuatan jembatan yaitu pekerjaan struktur / konstruksi jembatan. Tahap ini merupakan proses pertama untuk membangun pondasi jembatan yang kokoh dan akan menunjang untuk Kendatikontraktor tidak menjalankan SOP, menteri yang mahir bermain drum itu mengklaim, cara kerja kontraktor seperti itu tidak melakukan penurunan spesifikasi kontruksi proyek. Sebab batang baja bukan bagian dari konstruksi inti pembangunan tol Becakayu. “Bukan bagian dari konstruksi. Kalau itu (konstruksi) sudah jadi, dilepas lagi HUBUNGIKAMI ☎ WA 0813 2744 6997 Biaya Membangun Rumah Ukuran 10x10 Kalibawang, Kulon Progo 55672 HUBUNGI KAMI ☎ WA 0813 2744 6997 Biaya Membangun Rumah Ukuran 10x10 Kalibawang, Kulon Progo 55672 ~ ☎ WA 0813 2744 6997 Membangun Rumah Dengan Konstruksi Baja Semanu, Gunung Kidul 55893 ☎ WA 0813 2744 6997 Upah Kerja Renovasi Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. PROSES EREKSI STRUKTUR BAJA Pekerjaan ereksi baja struktural erection of structural steelwork merupakan pekerjaan perakitan komponen-komponen baja menjadi sebuah frame atau kerangka di satu lapangan konstruksi. Jenis aktifitas yang dilakukan pada proses pekerjaan erection struktur baja ini adalah pengangkatan lifting dan penempatan komponen-komponen baja pada posisinya sesuai drawing, yang kemudian dilakukan pengkaitan / penyambungan satu komponen dengan yang lain. Penyambungan umumnya dengan cara las welding ataupun ikatan baut bolting. Pekerjaan erection akan efektif & efisien jika dilakukan secara aman, cepat dan ekonomis. Efektif & efisien-nya pekerjaan erection sangat dipengaruhi oleh tahap perencanaan design phase. Para designer sangat penting memahami secara jelas apa dampak terhadap hasil disainnya. Hasil disain harus diyakini mampu didirikan atau di bangun buildability / constructability. Dokumentasi berikut ini adalah proses saat Tim kita melakukan PROSES EREKSI STRUKTUR BAJA pd project “pembangunan Ruang kerja dengan struktur baja – Citranet Yogyakarta ” Proses pemasangan baut pada sambungan kolom . . Proses mendirikan kolom baja secara manual menggunakan alat bantu katrol . . Proses ereksi kolom baja secara manual menggunakan alat bantu katrol . . Proses ereksi balok baja secara manual menggunakan alat bantu katrol . . Proses pengelasan balok IWF pada kolom . . Monggo Bagi Bapak/Ibu yang mempunyai Rencana membangun Rumah/kost ekslusif /Ruko/Hotel/Kantor Baru atau Renovasi. Serta Berkeinginan untuk mencari Perusahaan Jasa Rancang Bangun Design & Build konstruksi Terbaik di Yogyakarta. Silahkan menghubungi kami untuk mendapatkan informasi dan konsultasi lebih lanjut di ☎ 0274-885949 – WA 087838172999 Website Instagram kmsgroups Youtube kmsgroups Official Office Mandiri Sejahtera Km 6 Pandega Sakti No .10 Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta . . . ereksistrukturbaja erectionofstructuralsteelwork erectionandinstall.Ereksibaja Saat ini ada 63+ pekerjaan konstruksi baja. Semua pekerjaan tersebut terkait dengan proyek bangunan. Pekerjaan konstruksi baja artinya serangkaian aktivitas tukang yang berkaitan dengan proses pembangunan. Yang bertujuan untuk membentuk/menciptakan satu elemen bangunan, dengan bahan utama baja. Banyaknya pekerjaan konstruksi baja saat ini, menandakan material baja benar-benar favorit. Terlepas berapa banyak yang anda butuhkan. Jelasnya eksistensi material ini pada proyek tidak perlu kita ragukan. Ke 63+ pekerjaan konstruksi baja, selanjutnya akan kami urai dalam beberapa kelompok. Pekerjaan konstruksi baja terkait estetika bangunan Memasang suatu elemen pada bangunan menggunakan material baja, harapannya adalah bisa menambah estetika. Pekerjaan-pekerjaan baja juga mampu untuk hal tersebut. Buktinya beberapa elemen bangunan terbuat dari baja, baik pada eksterior maupun tampilan interior. Jumlahnya ada 8 macam yaitu Kanopi baja, Pagar, Tangga, Railing balkon, Teralis jendela, Gantungan lampu Rak barang Pintu besi. Konstruksi Baja berhubungan dengan infrastruktur Penggunaan material baja pada proyek infrastruktur tergolong banyak. Contohnya untuk pembangunan jaringan telekomunikasi, fasilitas jalan raya, air bersih, bandar udara dan seterusnya. Masih banyak fasilitas infrastruktur lain, yang terbuat konstruksi baja. Jenis-jenisnya antara lain Tower jaringan telekomunikasi atau BTS Base Transceiver Station Pemancar radio Konstruksi tower Sutet Konstruksi jembatan, Jembatan timbang Gerbang tol Gapura batas wilayah Konstruksi pipa distribusi PDAM Pintu air Konstruksi crane pelabuhan Garbarata tangga belalai, Hanggar pesawat Palang kereta api Pekerjaan baja pada bidang sarana dan pra sarana Pada bidang sarpras Sarana dan Prasarana, jenis pekerjaan konstruksi baja terdiri dari Tiang listrik, Tiang telepon, Lampu penerangan jalan Lampu traffic light Papan petunjuk jalan rambu-rambu Pos polisi Halte bis Jembatan penyeberangan orang JPO, Pagar pengaman jalan guardrail. Pekerjaan konstruksi baja terkait utilitas bangunan Walau penggunaan material baja relatif kecil pada utilitas bangunan. Namun jenis pekerjaan baja pada bidang ini cukup beragam, yaitu Konstruksi reklame Konstruksi tower air Upper water tank Instalasi pipa air bersih PDAM Instalasi pemadam kebakaran fire hydrant Penangkal petir Hoist crane Lift barang Konstruksi eskalator dan elevator Balok pemisah separator beam, Grill penutup saluran air Portal jalan Pekerjaan taman yang menggunakan material baja Menata taman dan lanskap tujuannya agar suatu area tampil cantik, nyaman, aman serta tertata rapi. Untuk itu anda perlu menambah beberapa unsur pada taman. Unsur taman yang terbuat dari baja misalnya Kursi taman Tiang bendera Rak pot bunga Gazebo Alat permainan anak Konstruksi baja untuk fungsi struktur Fungsi struktur pada bangunan bermacam-macam. Karena perbedaan fungsi tersebut, akibatnya metode pengerjaan juga berbeda. Hal tersebut juga berlaku saat anda menggunakan baja. Berikut jenis-jenis pekerjaan konstruksi baja untuk fungsi struktur, yaitu Konstruksi kolom/tiang Balok dak mezzanine Balok regel tie beam Konsol kantilever Kuda-kuda baja Rangka atap Penting kami tambahkan. Anda wajib mempelajari Istilah-istilah terkait struktur baja. Gunanya memudahkan anda memahami 63+ pekerjaan konstruksi baja ini. Sebab konstruksi baja tak bisa terlepas dari pemakaian istilah-istilah asing maupun lokal. Pekerjaan rangka baja dalam kategori khusus Saat ini jenis-jenis rangka atap baja tergolong banyak. Namun bentuknya tergantung pada desain atap bangunan. Maka tak heran, baik bentuk kuda-kuda maupun jenis/ukuran bahannya, pada tiap bangunan berbeda. Banyaknya ragam rangka atap juga berdampak pada ketersediaan tukang. Oleh karena itu rangka atap termasuk pekerjaan baja kategori khusus. Adapun jenis pekerjaan konstruksi baja yang berasal dari kategori ini adalah Kuda-kuda lengkung, Kuda-kuda Pelana Rangka atap kubah Kuda-kuda limasan/perisai Rangka atap kerucut Atap datar dak Atap sandar atau selasar bahasa Jawa plengsengan Rangka atap joglo Atap tenda Atap gergaji Dan atap berbentuk perisai. [Penutup] Latar belakang dan manfaat meningkatnya pekerjaan konstruksi baja Pertumbuhan penduduk Indonesia tiap tahun kian meningkat. Hal tersebut mengakibatkan kebutuhan terhadap bangunan setiap tahun juga meningkat. Lalu dengan meningkatnya kebutuhan bangunan, maka pemakaian bahan otomatis bertambah. Selanjutnya, ketika pemakaian bahan bertambah, berarti jenis-jenis pekerjaan juga makin banyak. Begitulah kronologi mengapa saat ini ada 63+ pekerjaan konstruksi baja. Lalu apa manfaatnya bagi anda?. Sangat banyak. Salah satunya, makin terbuka peluang usaha bidang konstruksi baja. Pekerjaan baja ternyata tidak berasal dari proyek bangunan gedung saja. Dan kedepan prospeknya semakin luas, karena tidak mustahil muncul pekerjaan-pekerjaan konstruksi baru bidang lain. Menarik bukan?. Demikian penjelasan kami tentang 63+ pekerjaan konstruksi baja saat ini. Semoga bermanfaat bagi anda. Bongkar pasang konstruksi baja akan terlaksana dengan cepat, bila konstruksi tersebut menerapkan sambungan baut. Tapi, jikalau pakai las?. Dipastikan membutuhkan waktu yang lama. Perlengkapan, serta alat kerja yang dibutuhkan sangat banyak. Apa hubungan hal ini dengan biaya?. Serta, apa langkah-langkah persiapan untuk bongkar pasang konstruksi yang tepat?. Mengetahui hal itu semua. Simak bacaan ini sampai selesai. Definisi dan sifa-sifat pekerjaan Pekerjaan bongkar pasang konstruksi baja, artinya sebuah pekerjaan baja yang dilaksanakan dengan sejumlah biaya, yang dibayarkan kepada tukang baja berpengalaman. Untuk merubah bentuk konstruksi secara keseluruhan, atau hanya pada bagian tertentu. Atas permintaan perintah dari pemilik bangunan, atau yang mewakili. Bukan oleh kehendak pribadi tukang, atau pemborong. Sampai disini. Ketahui lagi. Hakikat pekerjaan bongkar pasang adalah pada bangunan yang sudah jadi. Atau dianggap telah selesai. Tapi, oleh sang pemilik menilai pekerjaan tersebut belum sempurna. Lalu, harus melakukan bongkaran. Dan memasang kembali material tersebut. Sesuai dengan harapan pemilik bangunan. Dalam lingkup yang lebih spesifik. Bongkar pasang konstruksi baja adalah dilakukan untuk memindahkan sebuah konstruksi yang terbuat dari material baja, ke tempat proyek bangunan yang baru. Seperti gudang dan dak baja. Adalah 2 contoh konstruksi yang sering mengalami hal tersebut. Dan, konstruksi paling mudah untuk dipindah. Penyebabnya lain pekerjaan bongkar pasang konstruksi. Selain atas permintaan owner adalah Konstruksi baja sudah tidak dipakai lagi di tempat tersebut. Umumnya hal ini terjadi, karena peralihan fungsi bangunan. Atau lokasi bangunan yang tidak memadai untuk fungsi tertentu. Seperti berada pada daerah banjir, rawan longsor, dan sebagainya. Sehingga harus dilakukan pemindahan. Pemilik menjual konstruksi baja kepada orang lain. Maka dari itu, sang pembeli wajib membongkar konstruksi. Membawa, dan memasang kembali konstruksi tersebut di lahan yang dia miliki. Atau, menjual kembali kepada pihak ke-3. Jenis-jenis pekerjaan dan persiapan menghitung anggaran Sebelumnya ketahui. Menurut karakteristik bahan. Bongkar pasang konstruksi baja dibedakan menjadi 2, yaitu konstruksi yang terbuat dari baja profil, dan baja ringan. Hal ini perlu dibedakan. Karena kelak berkaitan dengan satuan pekerjaan, perhitungan volume, serta biaya bongkar dan pasang. Bongkar pasang baja profil terbagi menjadi 5 macam pekerjaan, yaitu 1. Bongkar pasang rangka atap. Dan komponen-komponennya. Seperti lisplang dan talang. 2. Bongkar pasang konstruksi dak 3. Bongkar dan pasang rangka cladding dinding 4. Bongkar/pasang gudang 5. Bongkar/pasang kanopi 6. Bongkar pasang tangga dan railing 7. Bongkar pasang konstruksi tower air. Sementara itu, bongkar pasang konstruksi baja ringan, jumlahnya sangat sedikit. Karena material baja ringan memang ragamnya sedikit. Sehingga fungsi material tersebut pada bangunan, tidak sebanyak baja profil. Akhirnya, berdampak pada item pekerjaan bongkar pasang. Yakni, hanya terdiri 4 macam 1. Rangka atap 2. Partisi 3. Kanopi baja ringan 4. Konstruksi gudang Persiapan menghitung biaya bongkar/pasang baja profil Biaya bongkar dan pemasangan kembali rangka baja, umumnya digabung menjadi satu. Tapi, ada pula yang membuat secara terpisah. Kedua cara tersebut sama-sama bagus. Toh, material baja yang dibongkar, serta pasang adalah sama persis. Jadi permasalahannya, bukan pada bentuk/rincian penawaran. Tapi, item-item pekerjaan yang akan dilaksanakan. Apakah sudah lengkap, atau belum. Agar perhitungan biaya lengkap. Langkah-langkahnya seperti berikut 1. Survei lokasi Tahap pertama, sebelum melaksanakan bongkar pasang konstruksi baja. Adalah surveri lokasi bangunan. Cek spesifikasi material yang digunakan pada bangunan yang akan dibongkar. Lalu, cocokan dengan gambar as built drawing bila ada. Selanjutnya, datangi lokasi bangunan yang baru. Yaitu, tempat untuk melakukan pemasangan konstruksi. Dan, periksa apakah ukuran bangunan sama persis. Sehingga mengetahui apakah konstruksi lama dapat Anda terapkan seluruhnya. 2. Menghitung tonase baja Caranya sama dengan perhitungan tonase baja pada umumnya. Namun, karena konstruksi yang Anda hitung adalah bangunan lama. Maka hal-hal berikut, perlu catatan khusus. Antara lain Kelayakan material rangka baja. Masih bisa digunakan atau tidak. Kondisi cat baja. Memang harus cat ulang. Tapi, korosi yang terjadi material akan berpengaruh pada proses/biaya pengecatan. Ukuran bangunan sama persis, bertambah luas. Atau, berkurang. 3 hal ini akhirnya mempengaruhi proses pengerjaan. 3. Membuat rincian kebutuhan alat dan material tambahan Dari data yang Anda temui selama survei. Anda telah memiliki gambaran tentang hal-hal berikut Alat-alat yang dibutuhkan. Berikut moda transportasi untuk lansir material. Jenis cat yang akan digunakan. Untuk mengecat ulang konstruksi lama. Jumlah kebutuhan mur baut dan angkur. Material ini jelas harus ganti baru. Jadi, tak bisa disangkal. Ketika bongkar pasang konstruksi baja terlaksana. Akan muncul beberapa item pekerjaan tambah. Karena, material yang harus diganti pasti ada. Selain angkur dan mur baut, kemungkinan besar pada material konstruksi. Maka dari itu, penting sekali survei lokasi. Bedanya bongkaran baja ringan dan baja profil Langkah-langkah persiapan pekerjaan. Bongkar pasang konstruksi baja profil, maupun baja ringan. Secara umum tidak berbeda. Namun, soal alat kerja, biaya, dan prosedur pelaksanaan pekerjaan. Sangat jauh berbeda. Biaya bongkar pasang baja ringan, umumnya dihitung dengan cara lump sum. Atau, berdasarkan luas bangunan. Dan jarang dibuat secara terperinci. Sebab konstruksi baja ringan relatif sama. Yakni terbuat dari kanal C bukan baja CNP, dan reng saja. Beda dengan baja profil. Seluruh tonase material pasti terhitung secara detail. Sehingga anggaran yang diajukan kepada pemilik bangunan otentik. Sekalipun biaya pekerjaan sangat besar. Tapi, memiliki dasar perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan jika dikehendaki, volume pekerjaan bisa di cek bersama. Sehingga benar-benar transparan. Kemudian tentang prosedur pelaksanaan pekerjaan. Bongkar pasang konstruksi baja ringan, tergolong paling mudah. Dan paling cepat. Diantara segala pekerjaan bongkaran. Sebab material logam ini sangat tipis, dan enteng. Beda dengan baja profil. Bagai langit dan bumi. Hem, kira-kira seperti itu gambarannya. [Penutup] Pekerjaan bongkaran yang paling prospektif Dari segi keuntungan. Melaksanakan pekerjaan dengan material baja profil, dan baja ringan. Paling menguntungkan adalah baja profil. Sebab, selain nilai borongan sangat tinggi. Kala melaksanakan pekerjaan bongkaran. Resiko kerusakan material sangat rendah. Pun, manakala material baja profil sudah bekas. Tetap bermanfaat. Maka dari itu, bongkar pasang konstruksi baja profil, adalah salah satu usaha yang menjanjikan di bidang proyek bangunan. PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA 1. Umum. Pasal ini mengatur pelaksanaan pekerjaan baja berikut segala peralatan pendukung yang dibutuhkan seperti tercantum dalam gambar struktur dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari spesifikasi lainnya. Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh Kontraktor yang berpengalaman untuk pekerjaan ini dan harus disetujui oleh Konsultan MK. Kontraktor harus mempunyai tenaga ahli yang berpengalaman sehingga dapat mengatasi seluruh masalah lapangan dengan cepat dan benar. Kontraktor harus melampirkan struktur organisasi dan membuat surat pernyataan yang menjamin bahwa personil yang diajukan akan berada di lokasi proyek selama pekerjaan berlangsung. Kontraktor harus melampirkan metode pelaksanaan serta alat-alat yang akan digunakan dalam proyek ini dengan memperhatikan urutan dan kecepatan pekerjaan. Kontraktor wajib menyediakan peralatan tersebut di lokasi pekerjaan tepat pada waktunya sehingga tidak menghambat pekerjaan lainnya. 2. Lingkup Pekerjaan Tenaga kerja, material dan peralatan. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan konstruksi baja termasuk penyediaan tenaga kerja, pengadaan bahan-bahan baik bahan dasar maupun bahan penyambung, peralatan baja dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan aman. Pengukuran lapangan. Pekerjaan pengukuran yang mencakup kondisi lapangan yang ada, seperti hasil pekerjaan beton yang sudah dilaksanakan, maupun segala penyimpangan yang terjadi, sehingga dalam gambar kerja diperlukan penyesuaian. Tenaga ahli. Kontraktor harus menyediakan tenaga ahli yang berpengalaman di lokasi pekerjaan, sehingga dapat menyelesaikan segala masalah yang timbul di lapangan secara cepat dan benar. Gambar kerja/ shop drawings. Kontraktor harus membuat gambar kerja secara ditail, sebelum pekerjaan dimulai, termasuk penyesuaian dengan kondisi lapangan sampai mendapatkan persetujuan dari Konsultan MK. Gambar terlaksana/ As built drawings. Setelah pekerjaan dilaksanakan, Kontraktor wajib membuat gambar terlaksana sesuai dengan struktur yang dilaksanakan, dan diserahkan kepada Pemberi Tugas sesuai dengan kontrak. 3. Peraturan - Peraturan Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan selanjutnya, maka sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut 1. Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung, SNI 03-1729-2002 2. American Institute of Steel Construction Specification AISC 3. American Society for Testing and Materials ASTM 4. American Welding Society - Structural Welding Code AWS 5. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia PUBBI-1982 4. Perhitungan Berat Konstruksi Baja Berat jenis baja Berat jenis baja adalah 7800 kg/m3. Satuan berat elemen baja adalah sesuai dengan yang tercantum di dalam tabel pabrik pembuat. Berat baja di dalam BQ. Di dalam menghitung volume baja di dalam Bill of Quantity BQ, berat baja dihitung berdasarkan volume berat teoritis sesuai dengan gambar struktur. Berat sisa atau "waste" akibat pemotongan atau pembentukan elemen-elemen struktur dan juga alat penyambung seperti baut, las, angkur dan pelat buhul harus diperhitungkan di dalam analisa harga satuan. 5. Material Baja Jika tidak disebutkan secara spesifik di dalam gambar, maka semua material untuk konstruksi baja harus menggunakan baja yang baru dan merupakan "Hot rolled structural steel" dengan mutu baja ST 37 PPBBI-83 atau ASTM A 36 atau SS 41 JIS. U 3101-1970, yang memiliki tegangan leleh yield stress minimal, Fy = 240 Mpa dan tegangan tarik tensile stress Fu = 400 Mpa. Baja jenis ini umum disebut baja karbon Carbon Steel yang mengandung karbon antara - %. Semua material baja harus baru, bebas/bersih dari karat, lobang-lobang dan kerusakan lainnya, lurus, tidak terpuntir, tanpa tekukan, serta memenuhi syarat toleransi sesuai dengan spesifikasi ini. Baut. Kecuali ditentukan lain dalam gambar, baut penyambung yang digunakan adalah HTB A325 yang memiliki tegangan tarik putus nominal antara 105 - 120 ksi 735 - 840 Mpa. Baut penyambung harus merupakan material baru, dan panjang ulir harus sesuai dengan yang diperlukan. Jika tidak disebutkan khusus di dalam gambar maka baut yang dimaksud adalah type A325-X ulir terletak di luar bidang geser. Baut harus dilengkapi dengan 2 ring, masing-masing 1 buah pada kedua sisinya. Mutu pelat ring harus sesuai dengan mutu baut. Elektroda las. Jika tidak disebutkan secara khusus di dalam gambar struktur, maka elektoda las yang digunakan adalah E70XX, sesuai dengan lokasi penggunaannya. Angkur. Kecuali ditentukan lain di dalam gambar, maka angkur yang digunakan harus memiliki kualitas BJTD 40, dengan panjang penjangkaran minimal sedalam 40 kali diameter. Angkur harus memiliki ulir yang cukup sehingga pada saat digunakan benar-benar dapat berfungsi secara benar. Cat dasar/primer dan cat finish. Seluruh material baja harus dilindungi dengan cat dasar Zinc Chromate dengan tebal seperti tertera di dalam spesifikasi ini. Sedangkan untuk cat finish tertera di dalam spesifikasi teknis arsitektur dan jika tidak disebutkan harus mengikuti ketentuan di dalam spesifikasi ini. Angkur khusus. Untuk menghubungkan elemen struktur beton lama dengan yang baru diperlukan suatu angkur khusus. Angkur tersebut harus termasuk sebagai heavy duty anchor dengan sistem adhesive chemical. Kapasitas tarik dan geser angkur yang dipakai mengikuti apa yang tercantum dalam gambar rencana. 6. Penggantian Profil/ Penampang Pada prinsipnya dalam tahap perencanaan, profil yang digunakan adalah profil yang diproduksi oleh pabrik. Apabila ternyata profil tersebut tidak tersedia, maka Kontraktor dapat mengganti profil tersebut dengan profil lain yang disetujui oleh KP. Usulan perubahan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan yang menunjukkan bahwa profil pengganti tersebut minimal sama kuat dan kakunya dengan profil yang digantikan. Juga harus diperhatikan bahwa tinggi profil pengganti harus mempunyai tinggi maksimal sama dengan profil original, sehingga tidak mengurangi ruang peralatan M&E. Walaupun perubahan profil tersebut disetujui, Kontraktor tetap harus mengantisipasi perubahan tersebut, agar tidak terjadi klaim terhadap waktu pelaksanaan maupun biaya. 7. Toleransi dimensi, panjang dan kelurusan Toleransi dimensi Dimensi yang tercantum di dalam gambar rencana adalah dimensi sesuai dengan yang tertera di dalam tabel pabrik pembuat baja. Di dalam pembuatan terjadi variasi yang menyebabkan terjadinya perbedaan dengan dimensi rencana. Perbedaan terhadap panjang, lebar serta tebal diizinkan sebesar harga terkecil antara 1/32 inci mm atau 5 % dari dimensi rencana. Toleransi panjang. Untuk elemen baja balok, kolom yang dipasang merangka satu terhadap lainnya, toleransi panjang diizinkan sebesar 1/16 inci mm untuk elemen dengan panjang kurang dari meter dan sebesar 1/8 inci mm untuk panjang lebih dari meter. Toleransi kelurusan Kelurusan dari elemen baja dibatasi sebesar 1/500 bentang di antara 2 titik tumpunya, kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Perencana. 8. Uji material Contoh Material. Kontraktor wajib menyediakan contoh material baja, baut dan lain lain untuk diuji pada laboratorium yang disetujui oleh KP/ Konsultan MK. Segala biaya pengujian harus termasuk di dalam penawaran yang diajukan. Uji pengelasan. Apabila dianggap perlu oleh Konsultan MK, maka akan dilakukan testing pada hasil pengelasan. Tipe dan jumlah test untuk pengelasan disesuaikan dengan kebutuhan sesuai AWS serta dilakukan atas biaya Kontraktor. 9. Syarat-syarat Pelaksanaan Gambar kerja/ shop drawing. Sebelum fabrikasi dimulai, Kontraktor harus membuat gambar-gambar kerja yang diperlukan dan menyerahkan gambar kerja untuk diperiksa dan disetujui Konsultan MK. Bilamana disetujui, Kontraktor dapat mulai pekerjaan fabrikasinya. Pemeriksaan dan persetujuan Konsultan MK atas gambar kerja tersebut hanya menyangkut segi kekuatan struktur saja seperti 1. Ukuran/dimensi profil, ketebalan plat-plat, ukuran/jumlah baut/las, tebal pengelasan. Ketepatan ukuran-ukuran panjang, lebar, tinggi atau posisi dari elemen-elemen konstruksi baja yang berhubungan dengan pengangkutan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Dengan kata lain walaupun semua gambar kerja telah disetujui Konsultan MK, tidaklah berarti mengurangi atau membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab ketidak tepatan serta kemudahan dalam erection elemen-elemen konstruksi baja. 2. Pengukuran dengan skala dalam gambar sama sekali tidak diperkenankan. 3. Pada gambar kerja harus sudah terlihat bagian-bagian tambahan yang diperlukan untuk keperluan montase serta cara-cara montase yang direncanakan. Fabrikasi 1. Selama proses fabrikasi Konsultan MK harus menempatkan staffnya yang berpengalaman dalam fabrikasi baja secara penuh untuk mengawasi pelaksanaan fabrikasi di bengkel kerja Kontraktor. 2. Kontraktor harus memberikan Fabrication Manual Procedure termasuk Procedur Quality Control kepada Konsultan MK untuk disetujui. 3. Fabrikasi dari elemen-elemen konstruksi baja harus dilaksanakan oleh tukang-tukang yang berpengalaman dan diawasi oleh mandor-mandor yang ahli dalam konstruksi baja. 4. Semua elemen-elemen harus difabrikasi sesuai dengan ukuran-ukuran dan/atau bentuk yang diinginkan tanpa menimbulkan distorsi-distorsi atau kerusakan-kerusakan lainnya dengan memperhatikan persyaratan untuk penanganan sambungan-sambungan serta las di lapangan dan sebagainya. 5. Pemotongan-pemotongan elemen-elemen harus dilaksanakan dengan rapi dan pemotongan besi harus dilakukan dengan alat pemotong brender atau gergaji besi. Pemotongan dengan mesin las sama sekali tidak diperbolehkan. Tanda-tanda pada konstruksi baja 1. Semua konstruksi baja yang telah selesai difabrikasi harus dibedakan dengan kode yang jelas sesuai bagian masing-masing agar dapat dipasang dengan mudah. 2. Kode tersebut ditulis dengan cat agar tidak mudah terhapus. 3. Pelat-pelat sambungan dan bagian elemen lain yang diperlukan untuk sambungan-sambungan di lapangan, harus dibaut/diikat sementara dulu pada masing-masing elemen dengan tetap diberi tanda-tanda. Pengelasan 1. Pengelasan harus dilaksanakan sesuai AWS atau AISC Specification dan baru dapat dilaksanakan setelah mendapatkan ijin tertulis dari Konsultan MK. Pengelasan harus dilakukan dengan las listrik, bukan dengan las karbit. 2. Kawat las yang dipakai adalah harus dari produk yang disetujui oleh KP. Ukuran kawat las disesuaikan dengan tebal pengelasan. 3. Kontraktor harus menyediakan tukang las yang berpengalaman dengan hasil pengalaman yang baik dalam dalam melaksanakan konstrksi baja sejenis. Hal ini harus dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat yang masih berlaku. 4. Kontraktor harus memperhatikan dengan seksama tipe dan ukuran las yang tercantum di dalam gambar las sudut, las tumpul dan lain-lain, dan Kontraktor harus mempunyai alat untuk mengukur tebal las sehingga dengan mudah dapat diketahui apakah tebal las sudah sesuai dengan gambar atau tidak. 5. Permukaan bagian yang akan dilas harus dibersihkan dari cat, minyak, karat dan bekas-bekas potongan api yang kasar dengan menggunakan mechanical wire brush dan untuk daerah-daerah yang sulit dapat digunakan sikat baja. Bekas potongan api harus dihaluskan dengan menggunakan gurinda agar permukaan baja menjadi baik. Kerak bekas pengelasan harus dibersihkan dan disikat. 6. Metode pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak timbul distorsi dan tegangan residual pada elemen konstruksi baja yang dilas. Pengelasan pada pertemuan elemen-elemen yang padat seperti pada tumpuan harus dilakukan dengan teknik preheating. 7. Pada pekerjaan las dimana terjadi banyak lapisan las pengelasan lebih dari satu kali, maka sebelum dilakukan pengelasan berikutnya lapisan terdahulu harus dibersihkan dahulu dari kerak-kerak las/slag dan percikan-percikan logam yang ada. Lapisan las yang berpori-pori atau retak atau rusak harus dibuang sama sekali. 8. Untuk memudahkan pelaksanaan serta mendapatkan mutu pengelasan yang baik, maka pada dasarnya semua pekerjaan pengelasan harus dilakukan di bengkel. Bila akan mengadakan pengelasan lapangan harus seijin tertulis dari Konsultan MK. 9. Perhatian khusus diberikan pada pengelasan yang dilakukan di lapangan field weld, dimana posisi dari tukang las harus sedemikian sehingga dapat dengan mudah melakukan pengelasan dengan hasil yang baik tanpa mengabaikan keselamatan kerja. 10. Pada semua pengelasan harus dilakukan pemeriksaan visual untuk mengetahui apakah a. persiapan pengelasan sudah dilakukan dengan baik bersih, gap yang cukup dan lain-lain. c. ukuran dan tipe las sudah sesuai gambar. 11. Pada jumlah lokasi 30% dari seluruh lokasi pengelasan juga harus dilakukan "Liquid Penetrant Test" sesuai dengan AWS D Lokasi pengetesan ditentukan oleh Konsultan MK. 12. Apabila dianggap perlu oleh Konsultan MK atau apabila ada keraguan terhadap hasil "Liquid Penetrant Test" tersebut, maka Konsultan MK dapat meminta pada Kontraktor untuk juga melakukan Radiographic Test sesuai dengan AWS D 13. Laboratorium uji las yang ditunjuk harus mendapat persetujuan Konsultan MK dan semua biaya pengujian las menjadi tanggung jawab Kontraktor. Baut penyambung dan Angkur. 1. Kontraktor harus melakukan pengujian terhadap baut pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan MK, sebelum Kontraktor memesan baut yang akan dipakai. 2. Jumlah baut yang diuji untuk masing-masing ukuran adalah minimum 3 tiga buah. 3. Walaupun test baut tersebut memenuhi syarat, Konsultan MK berhak untuk meminta diadakan uji baut lainnya dengan jumlah 1 satu baut dari setiap 250 baut yang digunakan. Biaya pengujian baut tersebut ditanggung oleh Kontraktor. 4. Posisi lubang-lubang baut harus benar-benar tepat dan sesuai dengan diameter baut. Jika tidak disebutkan secara khusus di dalam gambar, maka diameter lubang baut maksimal mm 1/16 inci lebih besar dari diameter baut. Kontraktor tidak boleh membuat lubang baru di lapangan tanpa seijin Konsultan MK. 5. Pembuatan lubang baut harus memakai bor, untuk konstruksi yang tipis, maksimum 10 mm, boleh memakai mesin pons. Membuat lubang baut dengan api sama sekali tidak diperkenankan. 6. Pemasangan dan pengencangan baut harus dikerjakan dengan kunci momen torsi yang sebelumnya sudah dikalibrasi, sebagai berikut Diameter Baut Torsi inci mm ½ 12 90 12,454 5/8 16 180 24,908 ¾ 19 320 44,287 7/8 22 470 65,038 1 25 710 98,249 1 1/8 28 960 132,844 1 ¼ 32 186,872 1 ½ 38 357,018 7. Setiap pengencangan baut harus dilakukan sampai mencapai gaya tarik baut sesuai dengan spesifikasi AISC. Pelaksanaannya harus diawasi secara langsung oleh Konsultan MK. 8. Panjang baut harus sedemikian rupa, sehingga setelah dikencangkan masih dapat paling sedikit 4 ulir yang menonjol pada permukaan, tanpa menimbulkan kerusakan pada ulir baut tersebut. Panjang baut yang tidak memenuhi syarat ini harus diganti dan tidak boleh digunakan. 9. Untuk menghindarkan adanya baut yang belum dikencangkan maka baut-baut yang sudah dikencangkan harus diberi tanda dengan cat. 10. Percobaan Pengangkatan di Bengkel Untuk memudahkan pengangkatan konstruksi baja di lapangan, maka disyaratkan agar dilakukan percobaan pengangkatan di pabrik workshop assembly, sehingga dapat diketahui dengan jelas mengenai ketepatan/keakuratan elemen-elemen konstruksi baja yang terpasang berikut sambungan-sambungannya. Percobaan tersebut penting untuk dilaksanakan, agar dapat diketahui dengan pasti ketepatan ukuran dan juga kekuatan konstuksi baja tersebut, serta dapat dilakukan penyempurnaan sebelum baja tersebut dipasang pada tempatnya. 11. Metode Pengangkatan Waktu pengajuan. Selambat-lambatnya 2 dua minggu sebelum pengangkatan dimulai, Kontraktor harus mengajukan secara tertulis permohonan untuk hal ini. Metode dan skedul pengangkatan tersebut harus disetujui oleh Konsultan MK. Metode pengangkatan harus mencakup antara lain 1. Rencana pengiriman baja dari bengkel. 2. Lokasi penyimpanan elemen baja yang hendak dipasang. 3. Alat-alat bantu yang digunakan berikut perlengkapannya. 4. Urut-urutan pengangkatan. 5. Langkah pengamanan selama pengangkatan berlangsung. 6. Pengaku sementara untuk pengaman konstruksi selama pengangkatan berlangsung. 7. Skedul pengangkatan elemen-elemen baja. 8. Perlengkapan yang diperlukan sebelum dan selama pengangkatan. Pemeriksaan akhir sebelum pengiriman. Kontraktor harus membuat jadual rencana pengiriman dari pabrik ke lapangan kepada Konsultan MK. Dengan jadual tersebut, Konsultan MK dapat mengatur waktu untuk pemeriksaan akhir sebelum baja dikirim. Setiap pengiriman tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dapat ditolak oleh Konsultan MK dan risiko biaya serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Lokasi penempatan baja di lapangan. Penempatan elemen baja di lapangan harus pada tempat yang kering/ terlindung sehingga elemen-elemen tersebut tetap dalam kondisi baik hingga terpasang. Konsultan MK berhak untuk menolak elemen-elemen baja yang rusak karena salah penempatan atau rusak akibat proses apapun juga. Waktu pengangkatan. Pengangkatan elemen-elemen baja hanya boleh dilaksanakan setelah metode dan jadual pengangkatan disetujui oleh Konsultan MK. Posisi angkur dll. Sebelum pengangkatan dimulai, Kontraktor harus memeriksa kembali dudukan/ posisi angkur-angkur baja untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan, demikian juga dengan jarak dan lain-lain sesuai dengan gambar kerja. Perhatian khusus dalam pemasangan angkur-angkur untuk rangka baja dimana jarak-jarak/kedudukan angkur-angkur harus tetap dan akurat untuk mencegah ketidak cocokan dalam erection, untuk ini harus dijaga agar selama pengecoran angkur-angkur tersebut tidak bergeser, misalnya dengan mengelas pada tulangan kolom/balok atap. Keselamatan di lapangan. Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan pekerja-pekerjanya di lapangan. Untuk itu Kontraktor harus menyediakan ikat pinggang pengaman, topi pengaman, sarung tangan dan alat lain yang diperlukan selama pekerjaan berlangsung. Kegagalan pengangkatan Kontraktor harus merencanakan pengangkatan ini dengan baik dan mempersiapkan segala alat penunjang agar proses pengangkatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kegagalan pengangkatan akibat kelalaian maupun sebab lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya, baik terhadap biaya maupun waktu. Kerusakan elemen baja Secara prinsip elemen baja yang rusak baik karena salah pemotongan maupun tidak memenuhi toleransi yang disyaratkan tidak diizinkan untuk digunakan pada proyek ini, kecuali diizinkan oleh KP. Tenaga ahli untuk pengangkatan. Untuk proses pengangkatan di lapangan, Kontraktor harus menyediakan tenaga ahli dalam bidang konstruksi baja yang senantiasa mengawasi dan bertanggung jawab atas pekerjaan ini. Tenaga ahli untuk mengawasi pekerjaan tersebut harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan MK. Las lapangan. Secara prinsip las di lapangan sedapat mungkin dihindarkan. Jika pengelasan harus dilakukan di lapangan dengan alasan tertentu, maka Kontraktor wajib membuktikan bahwa hasil las lapangan tersebut secara teknis memenuhi syarat. Untuk itu Kontraktor harus mengusulkan cara pengujian atas hasil las lapangan ini, agar dapat disetujui oleh Konsultan MK. Uji las tersebut meliputi antara lain tebal las, kualitas las dan kepadatan las. 12. Pengecatan Persiapan Pengecatan Semua permukaan elemen baja sebelum dicat harus bebas dari 1. lapisan mill, yaitu lapisan tipis mengkilap yang berasal dari pabrik baja. 2. karat 3. minyak dan bahan kimia lainnya. 4. kotoran yang akan mempengaruhi kualitas pengecatan. Pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan "mechanical wire brush" sikat baja mekanis dan tidak boleh menggunakan sikat baja manual, kecuali hanya untuk permukaan-permukaan yang betul-betul tidak dapat dijangkau oleh "mechanical wire brush" tersebut, sebelum pengecatan dilakukan. Pembersihan dengan menggunakan sand blasting sangat dianjurkan, terutama untuk permukaan baja yang mengalami korosi. Pengecatan Primer/Dasar Setelah persiapan pengecatan seperti tersebut di atas, elemen baja dicat dasar sebagai berikut Item Cat Dasar Tipe Zinc Chromate Merk ICI atau Danapaint Ketebalan 35 micron Cat dilakukan di Workshop/ pabrik Apabila cat dasar yang sudah dilakukan belum sempurna, maka Kontraktor wajib memperbaiki kondisi ini dengan melakukan pembersihan atas cat dasar tersebut dan pengecatan diulang kembali sesuai dengan prosedur yang ada. Cat Finish. Jika tidak disebutkan secara khusus maka cat finish harus dilakukan 2 dua kali dengan ketentuan sebagai berikut Item Cat Finish I Cat Finish II Tipe Cat dov Cat dov Merk ICI atau Danapaint ICI atau Danapaint Ketebalan 30 micron 30 micron Cat dilakukan di Pabrik Pabrik Sama seperti cat dasar, maka cat finish I maupun cat finish II baru boleh dilaksanakan setelah lapisan cat-cat sebelumnya betul-betul kering. Kontraktor wajib melakukan pengecatan sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan. Hasil yang tidak sempurna, harus diperbaiki dan Kontraktor bertanggung jawab atas segala risiko yang terjadi. Pemeriksaan tebal cat. Untuk memeriksa tebal cat, Kontraktor harus menyediakan alat ukur khusus untuk itu. Baja yang dibungkus dan baja sementara. Khusus untuk elemen baja yang akan dibungkus beton atau baja yang tidak permanen, maka bagian permukaan tersebut hanya dicat dengan cat dasar saja. 13. Anti Lendut Secara umum konstruksi baja harus difabrikasi dengan memperhatikan anti lendut khususnya untuk kuda-kuda dan kantilever. Besarnya anti lendut adalah minimum sama dengan besarnya lendutan akibat beban mati. Besarnya anti lendut tersebut dapat dilihat pada gambar atau jika tidak disebutkan secara khusus besarnya adalah sebesar 1/350 kali bentang.

cara kerja konstruksi baja